1. PENDAHULUAN
Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi
(TIK) serta meluasnya perkembangan infrastruktur informasi global telah
mengubah pola dan cara beraktivitas pada organisasi, institusi, industri,
maupun pemerintahan. Fakta semakin meningkatnya ketergantungan organisasi
kepada TI untuk mencapai tujuan strategi dan kebutuhan organisasi menjadi
pendorong utama pentingnya TIK. Layanan TI berkualitas tinggi berarti
meningkatkan efisiensi dan efektivitas penggunaan TI untuk memenuhi kebutuhan
organisasi. Penyelenggaraan pemerintahan dalam rangka pelayanan publik
memerlukan tata kelola yang baik (Permenkominfo, 2007). Dengan menerapkan tata
kelola yang baik akan menjamin transparansi, efisiensi, dan efektivitas
penyelenggaraan pemerintahan.
Kegiatan pelayanan publik tidak
dapat terhindar dari adanya gangguan/kerusakan yang disebabkan oleh alam maupun
manusia misalnya terjadinya gempa bumi, bom, kebakaran, banjir, power failure,
kesalahan teknis, kelalaian manusia, demo buruh, huru-hara dan sebagainya.
Kerusakan yang terjadi tidak hanya berdampak pada kemampuan teknologi yang
digunakan, tetapi juga berdampak pada kegiatan operasional pelayanan publik.
Untuk meminimalisasi resiko tersebut, setiap instansi pemerintah daerah
diharapkan dapat menyusun langkah-langkah terpadu untuk menjamin
keberlangsungan layanan agar tetap dapat berfungsi dengan baik terutama dalam
penggunaan layanan TI. Information Technology Infrastructure Library (ITIL)
sebagai suatu kerangka kerja manajemen layanan TI dapat digunakan sebagai
panduan dalam menyusun langkah-langkah operasional tersebut. Dengan kerangka kerja
ITIL diharapkan resikoresiko yang mungkin terjadi dapat diminimalisasi serta
dapat dilakukan mitigasi resiko dalam upaya menjaga keberlangsungan layanan TI.
2. MANAJEMEN RESIKO TI
Manajemen resiko TI merupakan
proses identifikasi resiko, penilaian resiko, dan pengambilan langkah-langkah
untuk menurunkan resiko sampai level yang dapat diterima (Stoneburner, 2002).
Meskipun secara umum metode manajemen resiko untuk organisasi memiliki
persamaan, namun memiliki resiko yang berbeda-beda sehingga diperlukan manajemen
resiko secara khusus. Terkait dengan pemerintah yang memberikan layanan publik,
dampak dari resiko dapat diukur tidak hanya secara ekonomi, namun juga pengaruh
sosial.
2.1 Perencanaan Manajemen Resiko TI
Menurut Spremic (2008) untuk
keberhasilan dalam menjaga segala sesuatu yang dapat menyebabkan permasalahan,
setiap organisasi harus membangun metode dan teknik untuk mengendalikan
insiden-insiden yang terjadi pada TI dan untuk mengidentifikasi resiko yang
mungkin terjadi. Terdapat tahapan-tahapan penting dalam perencanaan manajemen
resiko TI:
- Identifikasi dan klasifikasi resiko TI,
- Penilaian resiko TI (Business Impact Analysis) dan menentukan prioritas,
- Strategi penanggulangan resiko TI – identifikasi pengendalian TI,
- Implementasi dan dokumentasi dari penanggulangan resiko (pengendalian TI),
- Pendekatan portofolio resiko TI dan keselarasan dengan strategi bisnis,
- Pengawasan berkala terhadap tingkat resiko TI dan audit.
2.2 Kerangka Kerja Manajemen
Resiko TI
Prinsip M_o_R – prinsip-prinsip tersebut merupakan
esensi dalam pengembangan praktik manajemen resiko yang baik dan diturunkan
dari prinsip-prinsip tatakelola perusahaan (corporate governance).
Pendekatan M_o_R – pendekatan organisasi untuk
prinsip-prinsip tersebut dibutuhkan untuk mendefinisikan dan persetujuan dalam
dokumen berikut:
- Kebijakan manajemen resiko
- Panduan proses
- Perencanaan
- Registrasi resiko
- Permasalahan log
Proses M_o_R – berikut ini menjelaskan empat
tahapan aktivitas dalam manajemen resiko:
- Identifikasi – ancaman dan peluang dalam aktivitas yang dapat mempengaruhi kemampuan dalam mencapai tujuan.
- Menilai – pemahaman net effect dari identifikasi ancaman dan peluang aktivitas yang dilakukan.
- Merencanakan – mempersiapkan tanggapan manajemen secara spesifik yang dapat mengurangi ancaman dan memaksimalkan peluang.
- Implementasi – penerapan rencana manajemen resiko, mengawasi efektivitas dan mengambil langkah yang diperlukan dalam menanggulangi ekspektasi yang tidak sesuai.
Embedding dan reviewing M_o_R – diperlukan review
keberlanjutan dan peningkatan bahwa hal tersebut masih baik untuk digunakan Komunikasi
– diperlukan aktivitas komunikasi yang tepat dalam menjamin bahwa setiap orang
tetap up to date dengan perubahan dalam ancaman, peluang dan seluruh aspek
manajemen resiko.
2.3 Information Technology
Service Continuity Management (ITSCM)
ITSCM merupakan salah satu proses area dari service
design ITIL versi 3. Tujuan dari ITSCM adalah untuk mendukung seluruh proses
manajemen keberlangsungan bisnis dengan memastikan bahwa kebutuhan teknis TI
dan fasilitas layanan (termasuk sistem komputer, jaringan, aplikasi, data
repositories, telekomunikasi, lingkungan, dukungan teknis dan service desk)
dapat kembali beroperasi dan sesuai dengan timescale bisnis.
Sasaran dari ITSCM diantaranya adalah untuk :
- Memelihara rencana-rencana berkelanjutan layanan TI (IT service continuity plans) dan rencana-rencana pemulihan TI yang mendukung kelanjutan bisnis
- Melengkapi exercise business impact analysis (BIA) secara teratur untuk menjamin seluruh rencana-rencana berkelanjutan dikelola agar selaras dengan dampak perubahan dan kebutuhan bisnis
- Menyediakan panduan dan saran untuk seluruh area bisnis dan TI yang berkaitan dengan kelanjutan dan pemulihan
- Memastikan mekanisme yang tepat untuk kelanjutan dan pemulihan agar sesuai dengan tujuan kelanjutan bisnis
- Menilai dan dampak perubahan pada rencanarencana kelanjutan layanan TI dan rencanarencana pemulihan TI
- Memastikan bahwa ketersediaan layanan diimplementasikan sesuai dengan anggaran yang ditetapkan
3. IMPLEMENTASI
3.1 Tahap Inisialisasi
Pada tahap ini dilakukan aktivitas-aktivitas
sebagai berikut:
- Penentuan kebijakan – hal ini harus dibangun dan dikomunikasikan sehingga semua orang yang ada di organisasi dapat terlibat. Dalam kebijakan ini ditentukan sasaran serta fokus dari manajemen. Peran dari pimpinan sangat menentukan keberhasilan dari kegiatan yang dilaksanakan.
- Lingkup – pada tahap ini ditentukan lingkup serta tanggungjawab dari setiap staf yang ada diorganisasi. Kewenangan dan tanggungjawab dari setiap staf disesuaikan dengan kemampuan dan kapabilitas yang dimilikinya, agar mendukung terhadap setiap kegiatan yang akan dilaksanakan.
- Alokasi Sumberdaya – keberlangsungan dari bisnis membutuhkan sumberdaya diantaranya uang dan sumberdaya manusia. Hal ini sangat penting untuk mendukung kelangsungan dari proses. Penentuan alokasi sumberdaya dengan tepat dapat mengefisiensikan kinerja yang dilakukan.
- Struktur pengendali dan Organisasi Proyek – kegiatan yang dilakukan perlu diorganisir dan dikendalikan dengan baik, karena kegiatan yang bersifat kompleks sehingga perlu dilakukan langkah-langkah sistematis dan terkendali.
- Perencanaan dan Proyek yang berkualitas – perencanaan yang baik dapat menjamin keberhasilan pencapaian kualitas kegiatan. Setiap kegiatan yang akan dilaksanakan perlu direncanakan dengan matang agar hasil yang diperoleh dapat dimaksimalkan serta meminimalisasi resiko-resiko yang terjadi.
3.2 Tahap Kebutuhan dan
Strategi
3.2.1 Analisis Resiko
Pada tahap ini menilai level resiko dan membuat
ranking resiko dengan mempertimbangkan faktor kecenderungan (likelihood) dan
besarnya dampak resiko (impact). Pada proses penilaian ini memanfaatkan
kerangka kerja Management of Risk (M_o_R). Pendekatan analisa resiko dapat
secara kualitatif atau kuantitatif.
3.2.2 Strategi
Keberlangsungan Layanan TI
Setelah mengetahui resiko-resiko yang terjadi serta
prioritas yang harus dilakukan dari hasil analisis resiko maka dapat dirancang
strategi-strategi untuk keberlangsungan layanan TI.
4. PENUTUP
Keberlangsungan layanan pada pelayanan publik
merupakan salah satu hal yang perlu ditata kelola agar penyelenggaran pelayanan
dapat terselenggara dengan baik sehingga masyarakat dan pengguna dapat
terlayani sesuai dengan kebutuhannya. Manajemen resiko TI dan merencanakan
strategistrategi dalam keberlangsungan layanan TI harus dilakukan secara
sistematis dan latihan yang terus menerus untuk meningkatkan dan memperbaiki
proses layanan TI.
Wah, blog anda sangat membantu sekali. Terimakasih nadya
BalasHapusSangat membantuuu!! Terimakasih nadyaaahh😚😚😚
BalasHapusterimakasih nadya artikelnya cukup jelas untuk dipahami
BalasHapusTerimakasih, artikelnya sangat bermanfaat nadya
BalasHapusSangat membantu sekali dalam membuat tugas. Terimakasi:)
BalasHapusRingkas, jelas, dan sangat bermanfaat. Terima kasih :)
BalasHapus