PERBEDAAN ITIL DAN COBIT
I T I L
ITIL atau
Information Technology Infrastructure Library, merupakan sebuah framework yang
dibuat dan dikembangkan oleh Office of Goverment Commerce (OGC) di Inggris,
ITIL merupakan kumpulan dari best practice tata kelola layanan teknologi
informasi diberbagai bidang dan industri, dari mulai manufaktur sampai
finansial, industri besar dan kecil, swasta dan pemerintah.
Dalam
perkembangan ITIL, telah mengalami perkembangan seiring dengan berkembangnya
teknologi informasi. Pada awal perkembangannya, dokumentasi ITIL terdiri dari
kurang lebih 40 publikasi yang terbagi kedalam modul-modul terpisah, setelah
itu untuk simplifikasi serta kemudahan implementasi ITIL dibagi kedalam 7
domain yang masing-masing saling berhubungan dan dapat berdiri sendiri. Dalam
perkembangan fase ini atau sekarang disebut juga dengan ITIL versi 2, domain
Service Support dan Service Delivery dijadikan sebagai CODE dalam tata kelola
layanan terknologi informasi atau IT Service Management.
Versi terakhir ITIL
adalah versi 3. Perubahan mendasar pada versi ini terletak dari sudut pandang
pengelolaan IT, dimana pada versi 2 ITIL mengelola layanan sebagai sekumpulan
proses dan fungsi sementara dalam ITIL versi 3 layanan sebagai sebuah life
cycle.
Sebuah perusahaan
layanan teknologi informasi yang tidak mengenal bahkan belum pernah mendengar
ITIL, belum tentu tidak mengetahui proses-proses dalam ITIL. ITIL dibuat
berdasarkan praktek-praktek pengelolaan teknologi informasi yang dianggap
berhasol yang kemudian dirangkum menjadi sebuah framework. Oleh karena itu
perusahaan layanan infirmasi belum mengetahui mengenai ITIL, mungkin sudah
mengimplementasikan seluruh proses dan fungsi yang terdapat dalam ITIL
C O B I T
Control
Objective for Information & Related Technology (COBIT) adalah sekumpulan
dokumnetasi best practice untuk IT Goverment yang dapat membantu auditor,
pengguna (user), dan manajemen untuk menjembatani gap antar resiko bisnis
secara tepat, kebutuhan dan masalah teknis IT. COBIT mendukung tata kelola TI dengan
menyediakan kerangka kerja untuk mengatur keselarasan TI dengan bisnis. Selain
itu, kerangka kerja juga memastikan bahwa TI memungkinkan bisnis, memaksimalkan
keuntungan, resiko TI dikelola secara tepat dan sumber daya TI digunakan secara
bertanggung jawab.
COBIT merupakan
standar yang dinilai paling lengkap dan menyeluruh sebagai framework karena
dikembangkan secara berkelanjutan oleh lembaga swadaya profesional auditor yang
tersebar dihampir seluruh negara. Dimana disetiap negara dibangun chapter yang
dapat mengelola para profesional tersebut
Manfaat dan
Pengguna COBIT
·
Direktur
dan Eksekutif - untuk memastikan manajemen mengikuti dan mengimplementasikan
strategi searah dan sejalan dengan TI
·
Manajemen
- untuk mengambil keputusan investasi TI, keseimbangan resiko dan kontrol
investasi
·
Pengguna
- untuk memperoleh jaminan keamaan dan control produk dan jasa yang dibutuhkan
secara internal maupun eksternal
·
Auditors
- untuk memperkuat opini untuk manajemen dalam control internal
PERBEDAAN ITIL
DAN COBIT
COBIT merupakan sebuah
pedoman bagi pengelolaan IT termasuk input, proses, output, serta process
control terbagi kedalam 4 obyektif dan 34 area kunci. Masing-masing obyektif
tersebut adalah: Planning & Organization (PO), Acquisition &
Implementation (AI), Delivery & Support (DS) dan Monitoring.
Sedangkan ITIL
merupakan sebuah kerangka pengelolaan layanan IT yang terbagi kedalam proses
dan fungsi. Dua area/modul dalam ITIL, yaitu Service Support dan Delivey
Support lelu menjadi CORE dalam ITIL versi 2 yang kemudian kita kenal dengan IT
Service Management.
Jika dilihat
dari posisi kedua pendekatan tersebut, dimana COBIT mengatur masalah obyektif
yang harus dicapi oleh sebuah organisasi dalam memberikan layanan IT, sedangkan
ITIL merupakan best practice cara-cara pengelolaan IT untuk mencapai obyektif
organisasi. Sehingga dapat dikatakan bahwa COBIT dan ITIL merupakan dua
pendekatan dalam IT Governance dan tata kelola layanan informasi yang saling
melengkapi.
PERANAN ITIL DAN COBIT DALAM LAYANAN SI PADA SUATU
ORGANISASI
ITIL(
Information Technology Infrastructure Library)
ITIL atau
Information Technology Infrastructure Library adalah suatu rangkaian dengan
konsep dan teknik pengelolaan infrastruktur, pengembangan, serta operasi
teknologi informasi (TI). ITIL diterbitkan dalam suatu rangkaian buku yang
masing-masing membahas suatu topik pengelolaan (TI). Nama ITIL dan IT
Infrastructure Library merupakan merek dagang terdaftar dari Office of
Government Commerce (OGC) Britania Raya.
Kerangka ITIL
A.
Standar
untuk Manajemen Pelayanan TI
Secara singkat,
ada dua standar untuk menajemen pelayanan TI, yaitu :
·
Proses
untuk memastikan efektivitas ,efesiensi,dan keamanan dalam implementasi.
·
Perubahan
layanan teknologi informasi yang telah disetujui pada proses manajemen perubahan
layanan teknologi informasi.
Alasan
Kantor Pemerintahan Inggris membuat standar yang kemudian berkembang dan
dikenal dengan istilah ITIL (Information Technology Infrastructure Library)
adalah untuk memastikan terciptanya layanan publik yang berkualitas di seluruh lini
pemerintahan kerajaannya. Dengan adanya sebuah panduan standar atau kriteria
minimum ini diharapkan bahwa pemerintah pusat, daerah, distrik, hingga pada
satuan terkecilnya dapat memberikan pelayanan kepada publik secara baik, dalam
arti kata cepat, tepat, murah, dan terkendali. Mengingat bahwa hampir seluruh
proses atau aktivitas pelayanan publik menggunakan teknologi informasi dan
komunikasi, maka dirasa perlu adanya rumusan standar yang harus dipatuhi oleh
seluruh pelaku pemberi pelayanan (dan pemangku kepentingan terkait lainnya).
Adapun
yang dimaksud dengan layanan teknologi informasi dapat dilihat dari berbagai
jenis, seperti:
·
Layanan
dalam memberikan informasi kepada manajemen untuk mengambil keputusan.
·
Layanan
dalam memberikan data kepada setiap unit operasional untuk kegiatan transaksi
bisnis.
·
Layanan
dalam menyalurkan pesan dari satu entitas ke entitas lainnya melalui media
komunikasi elektronik.
·
Layanan
dalam memberikan informasi yang diperlukan oleh pelanggan internal maupun ekternal.
·
Layanan
dalam menyediakan teknologi untuk kegiatan administratif fungsional maupun
strategis.
·
Layanan
dalam memastikan terjadinya kendali atau kontrol yang baik terhadap proses
bisnis usaha.
B.
Komponen-komponen
ITIL :
Secara konsep,
komponen-komponen ITIL yaitu sebagai berikut :
·
Security
·
Availability
·
Capacity
·
Continuity
Secara
menyeluruh, komponen-komponen ITIL terdiri dari :
Pada
awal musim panas 2007, ITIL 3.0 diterbitkan. Ini didirikan struktur yang sama
sekali baru. Ini terdiri dari tiga
bidang utama:
·
ITIL
Core Publikasi
·
ITIL
Pelengkap Bimbingan
·
ITIL
Web Support Services
Pada
30 Juni 2007, OGC (Office of Government Commerce) versi ketiga ITIL (ITIL v3)
yang intinya terdiri dari lima bagian dan lebih menekankan pada pengelolaan
siklus hidup layanan yang disediakan oleh teknologi informasi. Kelima bagian
tersebut adalah:
1.
Service
Strategy
Inti dari ITIL Service Lifecycle adalah
Service Strategy.Service Strategy memberikan panduan kepada pengimplementasi
ITSM pada bagaimana memandang konsep ITSM bukan hanya sebagai sebuah kemampuan
organisasi (dalam memberikan, mengelola serta mengoperasikan layanan TI), tapi
juga sebagai sebuah aset strategis perusahaan. Panduan ini disajikan dalam
bentuk prinsip-prinsip dasar dari konsep ITSM, acuan-acuan serta proses-proses
inti yang beroperasi di keseluruhan tahapan ITIL Service Lifecycle.Topik-topik
yang dibahas dalam tahapan lifecycle ini mencakup pembentukan pasar untuk
menjual layanan, tipe-tipe dan karakteristik penyedia layanan internal maupun
eksternal, aset-aset layanan, konsep portofolio layanan serta strategi
implementasi keseluruhan ITIL Service Lifecycle. Proses-proses yang dicakup
dalam Service Strategy, di samping topik-topik di atas adalah:
·
Service
Portfolio Management
·
Financial
Management
·
Demand
Management
Bagi
organisasi TI yang baru akan mengimplementasikan ITIL, Service Strategy
digunakan sebagai panduan untuk menentukan tujuan/sasaran serta ekspektasi
nilai kinerja dalam mengelola layanan TI serta untuk mengidentifikasi, memilih
serta memprioritaskan berbagai rencana perbaikan operasional maupun
organisasional di dalam organisasi TI. Bagi organisasi TI yang saat ini telah
mengimplementasikan ITIL, Service Strategy digunakan sebagai panduan untuk
melakukan review strategis bagi semua proses dan perangkat (roles,
responsibilities, teknologi pendukung, dll) ITSM di organisasinya, serta untuk
meningkatkan kapabilitas dari semua proses serta perangkat ITSM tersebut.
2.
Service
Design
Agar layanan TI dapat memberikan manfaat
kepada pihak bisnis, layanan-layanan TI tersebut harus terlebih dahulu di
desain dengan acuan tujuan bisnis dari pelanggan. Service Design memberikan
panduan kepada organisasi TI untuk dapat secara sistematis dan best practice
mendesain dan membangun layanan TI maupun implementasi ITSM itu sendiri.
Service Design berisi prinsip-prinsip dan metode-metode desain untuk
mengkonversi tujuan-tujuan strategis organisasi TI dan bisnis menjadi
portofolio/koleksi layanan TI serta aset-aset layanan, seperti server, storage
dan sebagainya.
Ruang lingkup Service Design tidak
melulu hanya untuk mendesain layanan TI baru, namun juga proses-proses
perubahan maupun peningkatan kualitas layanan, kontinyuitas layanan maupun
kinerja dari layanan. Proses-proses yang dicakup dalam Service Design yaitu:
·
Service
Catalog Management
·
Service
Level Management
·
Supplier
Management
·
Capacity
Management
·
Availability
Management
·
IT
Service Continuity Management
·
Information
Security Management
3.
Service
Transaction
Service Transition menyediakan panduan
kepada organisasi TI untuk dapat mengembangkan serta kemampuan untuk mengubah
hasil desain layanan TI baik yang baru maupun layanan TI yang dirubah
spesifikasinya ke dalam lingkungan operasional. Tahapan lifecycle ini
memberikan gambaran bagaimana sebuah kebutuhan yang didefinisikan dalam Service
Strategy kemudian dibentuk dalam Service Design untuk selanjutnya secara
efektif direalisasikan dalam Service Operation.
Proses-proses yang dicakup dalam Service
Transition yaitu:
·
Transition
Planning and Support
·
Change
Management
·
Service
Asset & Configuration Management
·
Release
& Deployment Management
·
Service
Validation
·
Evaluation
·
Knowledge
Management
4.
Service
Operation
Service Operation merupakan tahapan
lifecycle yang mencakup semua kegiatan operasional harian pengelolaan layanan-layanan
TI. Di dalamnya terdapat berbagai panduan pada bagaimana mengelola layanan TI
secara efisien dan efektif serta menjamin tingkat kinerja yang telah
diperjanjikan dengan pelanggan sebelumnya. Panduan-panduan ini mencakup
bagaiman menjaga kestabilan operasional layanan TI serta pengelolaan perubahan
desain, skala, ruang lingkup serta target kinerja layanan TI.
Proses-proses yang dicakup dalam Service
Transition yaitu:
·
Event
Management
·
Incident
Management
·
Problem
Management
·
Request
Fulfillment
·
Access
Management
5.
Continual
Service Improvement
Continual Service Improvement (CSI)
memberikan panduan penting dalam menyusun serta memelihara kualitas layanan
dari proses desain, transisi dan pengoperasiannya. CSI mengkombinasikan
berbagai prinsip dan metode dari manajemen kualitas, salah satunya adalah
Plan-Do-Check-Act (PDCA) atau yang dikenal sebagi Deming Quality Cycle. Sebuah
perusahaan yang mengimplementasi ITIL secara nyata tentunya mendapat banyak
sekali keuntungan, misalnya, pelayanan IT menjadi lebih fokus kepada departemen
lainnya di dalam satu perusahaan, biaya lebih efisien dan dapat diatur dengan
baik, serta perubahan-perubahan IT yang dapat lebih mudah untuk diatur, dan
masih banyak keuntungan lainnya yang pada akhirnya akan berdampak pada income
perusahaan itu sendiri.
C.
Tujuan
ITIL, yaitu :
Tujuannya untuk
menyediakan petunjuk untuk praktek terbaik dalam manajemen layanan teknologi
informasi. Ini mencakup pilihan yang dapat diapdopsi dan diadaptasi oleh
organisasi berdasarkan kebutuhan bisnisnya, keadaan, dan kedewasaan dari
penyedia layanan.
Model Manajemen
Pelayanan ITIL
1.
Service
Strategy merupakan inti dari ITIL Service Life Cycle yang memberikan panduan
kepada pengimplementasian ITSM . Panduan ini disajikan dalam bentuk
prinsip-prinsip dasar konsep ITSM, acuan, serta proses-proses inti.
2.
Service
Design agar layanan TI dapat memberikan manfaat pada bisnis, layanan TI harus
terlebih dahulu didesain dengan tujuan bisnis dari pelanggannya. Service Design
memberikan panduan kepada organisasi TI untuk bisa secara sistematis dan best
practice mendesain dan membangun layanan TI.
3.
Service
Transition menyediakan panduan kepada organisasi TI agar dapat mengembangkan
kemampuan untuk mengubah hasil desain layanan TI. Tahapan ini menggambarkan
bagaimana sebuah kebutuhan didefinisikan dalam Service Strategy, lalu dibentuk
dalam Service Design dan selanjutnya secara efektif direalisasikan dalam
Service Operation.
4.
Service
Operation adalah tahapan life cycle yang mencakup semua kegiatan operasional
layanan-layanan TI. Di dalamnya terdapat beberapa panduan-panduan untuk
mengelola layanan TI secara efisien.
5.
Continual
Service Improvement (CSI) memberikan panduan penting dalam menyusun serta
memelihara kualitas layanan dari proses desain, transisi dan pengoperasiannya.
CSI mengkombinasikan berbagai prinsip dan metode dari manajemen kualitas, salah
satunya adalah Plan-Do-Check-Act (PDCA) atau yang dikenal sebagi Deming Quality
Cycle.
COBIT
COBIT merupakan
a set of best practice (framework) bagi pengelolaan teknologi informasi (IT
management) yang secara lengkap terdiri dari: executive summary, framework,
control objectives, audit guidelines, implementation tool set serta management
guidelines yang sangat berguna untuk proses sistem informasi strategis. Control
Objectives for Information and related Technology (COBIT) berguna bagi IT users
dalam memperoleh keyakinan atas kehandalan sistem aplikasi yang dipergunakan.
Sedangkan para manajer memperoleh manfaat dalam keputusan saat menyusun
strategic IT plan, menentukan information architecture,dan keputusan atas
procurement (pengadaan/pembelian) inventaris organisasi.
COBIT dirancang
terdiri dari 34 control objective yang tercermin di dalam 4 domain (IT
Governance Institute, 2007) COBIT (Hariyanto, 2013) Menjelaskan mengenai domain
terbagi dalam 34 Control Objective:
1.
Plan
and Organise (PO), Secara umum domain ini meliputi strategi dan taktik, serta
identifikasi bagaimana TI dapat berkontribusi terhadap pencapaian sasaran
bisnis. Domain ini dibagi ke dalam 10 fase dalam prosesnya, yaitu:
·
PO1:
Mendefinisikan rencana strategis TI
·
PO2:
Mendefinisikan arsitektur informasi
·
PO3:
Menentukan arahan teknologi
·
PO4:
Mendefinisikan proses TI, organisasi dan keterhubungannya
·
PO5:
Melelola investasi TI
·
PO6:
Mengkomunikasikan tujuan dan arahan manajemen
·
PO7:
Mengelola sumber daya TI
·
PO8:
Mengelola kualitas
·
PO9:
Menaksir dan mengelola resiko TI
·
PO10:
Mengelola proyek
2.
Acquire
and Implement (AI), Domain ini menggambarkan bagaimana perubahan dan
pemeliharaan dari sistem yang ada selaras dengan sasaran bisnis. Domain AI
terbagi menjadi tujuh proses TI yang dapat dilihat pada tabel berikut:
·
AI1:
Mengidentifikasi Solusi Otomatis
·
AI2:
Memperoleh dan Memelihara Software Aplikasi
·
AI3:
Memperoleh dan Memlihara Infrastruktur Teknologi
·
AI4:
Memungkinkan Operasional dan Penggunaan
·
AI5:
Memenuhi Sumber Daya TI
·
AI6:
Mengelola Perubahan
·
AI7:
Instalasi dan Akreditasi Solusi beserta Perubahannya
3.
Deliver
and Support (DS), Domain ini mencakup penyampaian hasil aktual dari layanan
yang diminta, termasuk pengelolaan kelancaran dan keamanan, dukungan layanan
terhadap pengguna serta pengelolaan data dan operasional fasilitas, yang
meliputi:
·
DS1:
Mengidentifikasi dan Mengelola Tingkat Layanan
·
DS2:
Mengelola Layanan Pihak Ketiga
·
DS3:
Mengelola Kinerja dan Kapasitas
·
DS4:
Memastikan Layanan yang Berkelanjutan
·
DS5:
Memastikan Keamanan Sistem
·
DS6: Mengidentifikasi dan Mengalokasikan Biaya
·
DS7:
Mendidik dan Melatih Pengguna
·
DS8:
Mengelola service desk
·
DS9:
Mengelola Konfigurasi
·
DS10:
Mengelola Permasalahan
·
DS11:
Mengelola Data
·
DS12:
Mengelola Lingkungan Fisik
·
DS13:
Mengelola Operasi
4.
Monitor
and Evaluate (ME), Domain ini terkait dengan kinerja manajemen, kontrol
internal, pemenuhan terhadap aturan serta menyediakan tata kelola. Fungsi doman
ini sendiri adalah untuk memastikan seluruh proses TI dapat dikontrol secara
periodik yang bermaksud untuk menjaga kualitas dan pemenuhan kebutuhan pasar.
Berbeda dari domain yang lain, ME hanya terdiri dari 4 proses TI, yaitu:
·
ME1:
Mengawasi dan Mengevaluasi Kinerja TI
·
ME2:
Mengawasi dan Mengevaluasi Kontrol Internal
·
ME3:
Memastikan Pemenuhan terhadap Kebutuhan Eksternal
·
ME4:
Menyediakan Tata Kelola TI
Implementasi
COBIT dipercaya dapat membantu perusahaan dalam hal meningkatkan
pendekatan/program audit, mendukung audit kerja dengan arahan audit secara
rinci, memberikan petunjuk untuk IT governance, sebagai penilaian benchmark
untuk kendali IS/IT, meningkatkan control IS/IT, dan sebagai standarisasi
pendekatan/program audit.
COBIT Guidelines
Menurut(Elysée,
2001) kerangka kerja COBIT, terdiri dari tujuan pengendalian tingkat tinggi dan
struktur klasifikasi keseluruhan. Terdapat tiga tingkat usaha pengaturan TI
yang menyangkut manajemen sumberdaya TI. Mulai dari bawah, yaitu kegiatan dan
tugas yang diperlukan untuk mencapai
hasil yang dapat diukur. Dalam Aktivitas terdapat konsep siklus hidup yang di
dalamnya terdapat kebutuhan pengendalian khusus. Kemudian satu lapis di atasnya
terdapat proses yang merupakan gabungan dari kegiatan dan tugas dengan
keuntungan atau perubahan alami. Pada tingkat yang lebih tinggi, proses
biasanya dikelompokan bersama kedalam domain. Pengelompokan ini sering disebut
sebagai tanggung jawab domain dalam struktur organisasi dan yang sejalan dengan
siklus manajemen atau siklus hidup yang dapat diterapkan pada proses TI. 3
sudut pandang cobit: kriteria informasi (information criteria), sumberdaya TI
(IT resources), dan proses TI (IT processes).
Dalam kerangka
kerja COBIT juga memasukkan bagian-bagian seperti :
·
Maturity
models: untuk menilai tahap maturity IT dalam skala 0-5
·
Critical
Success Factors (CSFs): arahan implementasi bagi manajemen dalam melakukan
pengendalian atas proses IT.
·
Key
Goal Indicatirs (KGIs): berisi mengenai arahan kinerja proses-proses IT
sehubungan dengan kebutuhan bisnis.
·
Key
Performance Indicators (KPIs): kinerja proses-proses IT sehubungan dengan
sasaran/tujuan proses.
REVIEW
Perbedaan ITIL dan COBIT :
COBIT merupakan
sebuah pedoman bagi pengelolaan IT termasuk input, proses, output, serta
process control terbagi kedalam 4 obyektif dan 34 area kunci. Masing-masing
obyektif tersebut adalah: Planning & Organization (PO), Acquisition &
Implementation (AI), Delivery & Support (DS) dan Monitoring.
Sedangkan ITIL
merupakan sebuah kerangka pengelolaan layanan IT yang terbagi kedalam proses
dan fungsi. Dua area/modul dalam ITIL, yaitu Service Support dan Delivey
Support lelu menjadi CORE dalam ITIL versi 2 yang kemudian kita kenal dengan IT
Service Management.
Peranan ITIL :
1.
Service
Strategy
Service
Strategy.Service Strategy memberikan panduan kepada pengimplementasi ITSM pada
bagaimana memandang konsep ITSM bukan hanya sebagai sebuah kemampuan organisasi
(dalam memberikan, mengelola serta mengoperasikan layanan TI), tapi juga
sebagai sebuah aset strategis perusahaan.
2.
Service
Design
Service Design
memberikan panduan kepada organisasi TI untuk dapat secara sistematis dan best
practice mendesain dan membangun layanan TI maupun implementasi ITSM itu
sendiri
3.
Service
Transaction
Service
Transition menyediakan panduan kepada organisasi TI untuk dapat mengembangkan
serta kemampuan untuk mengubah hasil desain layanan TI baik yang baru maupun
layanan TI yang dirubah spesifikasinya ke dalam lingkungan operasional.
4.
Service
Operation
Service
Operation merupakan tahapan lifecycle yang mencakup semua kegiatan operasional
harian pengelolaan layanan-layanan TI.
5.
Continual
Service Improvement
Continual
Service Improvement (CSI) memberikan panduan penting dalam menyusun serta
memelihara kualitas layanan dari proses desain, transisi dan pengoperasiannya.
Peranan COBIT :
1.
Plan
and Organise (PO), Secara umum domain ini meliputi strategi dan taktik, serta
identifikasi bagaimana TI dapat berkontribusi terhadap pencapaian sasaran
bisnis.
2.
Acquire
and Implement (AI), Domain ini menggambarkan bagaimana perubahan dan
pemeliharaan dari sistem yang ada selaras dengan sasaran bisnis.
3.
Deliver
and Support (DS), Domain ini mencakup penyampaian hasil aktual dari layanan
yang diminta, termasuk pengelolaan kelancaran dan keamanan, dukungan layanan
terhadap pengguna serta pengelolaan data dan operasional fasilitas.
4.
Monitor
and Evaluate (ME), Domain ini terkait dengan kinerja manajemen, kontrol
internal, pemenuhan terhadap aturan serta menyediakan tata kelola. Fungsi doman
ini sendiri adalah untuk memastikan seluruh proses TI dapat dikontrol secara
periodik yang bermaksud untuk menjaga kualitas dan pemenuhan kebutuhan pasar.
Source
:
Terimakasih Nadya! Sangat membantu:)
BalasHapusSangat lengkap dan jelas. Terimakasih yaa
BalasHapusartikelnya sangat bagus dan jelas, terimakasih nadya:)
BalasHapusArtikel yang bagus, lengkap dan sangat bermanfaat. Terima kasih :)
BalasHapusTerimakasih, artikelnya sangat bermanfaat nadya
BalasHapusArtikel nya sangat bermanfaat dan membantu saya dalam mengerjakan tugas. Terimakasih:)
BalasHapus